ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI PIUTANG UNTUK MENILAI KEWAJARAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

Authors

  • Cicilia Andika
  • Siti Sunrowiyati

DOI:

https://doi.org/10.51289/peta.v1i1.206

Abstract

Abstrak. Analisis Perlakuan Akuntansi Piutang untuk Menilai Kewajaran Penyajian Laporan Keuangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perlakuan akuntansi piutang dan cadangan kerugian piutang sehingga menunjukkan penyajian yang wajar dalam laporan keuangan dan sesuai dengan standar kualitas laporan keuangan. Metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) UD. Sinar Jaya menyajikan piutang sebesar nilai bruto piutang dan tidak membuat cadangan kerugian piutang untuk mengurangi resiko piutang tak tertagih pada suatu periode; 2) Piutang diakui sampai batas waktu yang tidak bisa diperkirakan. 3) Uang muka pembayaran tidak dipersyaratkan dalam transaksi kredit UD. Sinar Jaya. Implikasi penelitian ini diantaranya: 1) sebaiknya pada akhir tahun, UD. Sinar Jaya mengestimasi piutang tak tertagihnya; 2) Perusahaan dapat menghitung cadangan kerugian piutang (CKP) menggunakan taksiran persentase keterlambatan pelunasan piutang tahun-tahun berikutnya; 3) Kebijakan besaran uang muka penting untuk diterapkan; 4) Melakukan penagihan piutang jatuh tempo sesegera mungkin; 5) Lebih selektif lagi memberikan kredit kepada calon debiturnya.

 

Kata kunci: Akuntansi Piutang, Cadangan Kerugian Piutang, Kewajaran Laporan Keuangan.

 

 

Abstract. Analysis of Accounts Receivable Treatment to Assess the Fairness of Presentation Financial Statements. The purpose of this study is to find out how the accounting treatment of receivables and reserves of receivables losses so as to show a reasonable presentation in the financial statements and in accordance with the quality standards of financial statements. A case study method was used in this study. The results showed that 1) UD. Sinar Jaya presents accounts receivable at the gross amount of the receivables and does not make any allowance for losses on accounts receivable to reduce the risk of uncollectible receivables in a period; 2) Receivables are recognized to an unpredictable time limit. 3) Payment advances are not required in UD credit transactions. Sinar Jaya. The implications of this research are: 1) preferably at the end of the year, UD. Sinar Jaya estimates its uncollectible accounts; 2) The Company may calculate the receivables loss (CKP) using the estimated percentage of delay in settlement of receivables for subsequent years; 3) The policy of advance payment is important to implement; 4) Collect receivables due as soon as possible; 5) More selective again giving credit to prospective borrowers.

 

Keyword: Accounting Receivables, Accounts Receivable Losses, Fairness of Financial Statements.

Published

16-06-2017

How to Cite

Andika, C., & Sunrowiyati, S. (2017). ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI PIUTANG UNTUK MENILAI KEWAJARAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN. Jurnal Penelitian Teori & Terapan Akuntansi (PETA), 1(1), 104-121. https://doi.org/10.51289/peta.v1i1.206

Issue

Section

Articles