ANALISIS COST VOLUME AND PROFIT SEBAGAI ALAT BANTU PENETAPAN HARGA JUAL Studi Kasus Pada ”UD. Hasil Bumi Jaya”

Dewi Mahfida Inayati

Abstract


Kata kunci : Analisis CVP, Penentuan Harga Jual

Manajemen  seringkali  tidak  tepat  menentukan  besaran  harga  jual  yang  efektif  agar memproleh laba yang optimal.  Banyak faktor yang mempengaruhi besarnya laba yang diperoleh perusahaan,  diantaranya  adalah  faktor  besarnya  biaya  yang  dikeluarkan,  harga  jual  dan  juga besarnya  volume  penjualan  yang  bisa  dicapai  oleh  perusahaan.  Kaitan  yang  erat  antara  biaya, volume penjualan dan besarnya laba perusahaan biasanya disebut analisis cost, volume dan profit ( CVP analysis) dan salah satu bentuk analisis CVP yang populer adalah metode titik impas atau break even point. UD. Hasil Bumi Jaya adalah perusahaan yang memproduksi emp ing melinjo.

Sebelum  menerapkan  analisis  cost-volume-profit  peneliti  mengklasifikasikan  terlebih dahulu biaya produksi dan biaya non produksi UD.Hasil Bumi Jaya. berdasarkan volume kegiatan atau dalam akuntansi  manajemen disebut perilaku biaya  menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Kemudian  peneliti  mengukur  pola  perkembangan  data-data  biaya,  harga  jual  dan  kuantitas penjualan dengan menggunakan analisis  time series  yang mana persamaan yang diperoleh dapat digunakan  untuk  meramalkan  biaya,  harga  jual  dan  kuantitas  penjualan  UD.  Hasil  Bumi  Jaya dalam jangka pendek.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor  –  faktor yang mempengaruhi penetapan harga  jual  menggunakan  analisis  cost-volume-  profit  UD.  Hasil  Bumi  Jaya  selama  lima  tahun terakhir.  Hal  ini  didasari  oleh  konsep  analisis  cost-volume-profit  yang  menjelaskan  hubungan antara biaya, volume penjualan dan laba.

Hasil  penelitian  menunjukkan  UD.Hasil  Bumi  Jaya  mengalami  surplus  secara  positif karena  tren  perkembangan  biaya  cenderung  stabil   diikuti  dengan  kuantitas  penjualan   yang cenderung  naik  dari  waktu  ke  waktu.  Akan  tetapi  perusahaan  ini  belum  menetapkan  besarnya target laba yang ingin dicapai.  Pada tahun 2013 tingkat  break even point  yang diperoleh sebesar Rp.  424,350,970 dengan  presentase sebesar  -0,62%. Jika ingin mencapai target laba sebesar 25%, maka  pada tahun 2014 perusahaan harus menetapkan  harga jual sebesar Rp. 23,491.05/kg dengan penjualan  minimum  sebesar  294.085  kg  dengan  nominal  break  even  point  sebesar  Rp. 466.921.984,- .


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.