ANALISIS BIAYA OVERHEAD PABRIK TERHADAP PENENTUAN BEBAN POKOKPRODUKSI (STUDI KASUS PADA UD. KARYA MANDIRI BLITAR)

  • Ida Rosita
  • Siti Sunrowiyati

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi tercapai atau tidaknya laba perusahaan adalah dengan penentuan beban pokok produksi yang tepat. Salah satu unsur beban pokok produksi adalah biaya overhead pabrik (BOP). Tujuan dari penyusunan skripsi ini adalah untuk mengetahui beban pokok produksi yang semestinya dibebankan ke produk pada UD. Karya Mandiri dan manfaat dari ketepatan pembebanan tersebut bagi perusahaan. Untuk menghitung tariff biaya overhead pabrik keproduk terdapat berbagai macam metode yang dapat diterapkan. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian kali ini adalah metode satuan produk, jam tenaga kerja langsung dan jam mesin. Berdasarkan analisa yang telah dilakukan pada UD. Karya Mandiri tahun 2009, 2010, 2011, 2012 dan 2013 dapat disimpulkan bahwa untuk metode satuan produk beban pokok produksi Kendang Jimbe dan Kendang Jawa lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga jual. Dengan menggunakan metode jam tenaga kerja langsung hasilnya adalah beban pokok produksi lebih rendah dari harga jual, Sedangkan untuk metode jam mesin hasilnya adalah beban pokok produksi untuk seluruh produk lebih rendah dibandingkan dengan harga jual. Dengan adanya perhitungan ini, perusahaan akan dapat memantau beban pokok produksiyang sewajarnya dibebankan ke produk, selain itu manfaat lainnya adalah perusahaan akan dapat memantau realisasi perolehan laba yang telah ditargetkan.Kata Kunci: Biaya, Biaya Overhead Pabrik, Beban PokokProduksi
Published
02-11-2015
Section
Artikel